Jawa Timur atau Jawa Wetan adalah sebuah provinsi di
bagian timur Pulau Jawa, Indonesia. Ibu kotanya terletak di Surabaya. Luas
wilayahnya 47.922 km², dan jumlah penduduknya 37.476.757 jiwa. Jawa Timur
memiliki wilayah terluas di antara 6 provinsi di Pulau Jawa, dan memiliki jumlah
penduduk terbanyak kedua di Indonesia setelah Jawa Barat. Jawa Timur berbatasan
dengan Laut Jawa di utara, Selat Bali di timur, Samudra Hindia di selatan,
serta Provinsi Jawa Tengah di barat. Wilayah Jawa Timur juga meliputi Pulau
Madura, Pulau Bawean, Pulau Kangean serta sejumlah pulau-pulau kecil di Laut
Jawa (Kepulauan Masalembu), dan Samudera Hindia (Pulau Sempu, dan Nusa Barung).
Jawa Timur telah dihuni
manusia sejak zaman prasejarah. Hal ini dapat dibuktikan dengan ditemukannya
sisa-sisa dari fosil Pithecanthropus Mojokertensis di Kepuhlagen, Mojokerto;
Pithecanthropus erectus di Trinil, Ngawi; dan Homo Wajakensis di Wajak,
Tulungagung.
Jawa Timur memiliki sejumlah
kesenian khas. Ludruk merupakan salah satu kesenian Jawa Timuran yang cukup
terkenal, yakni seni panggung yang umumnya seluruh pemainnya adalah laki-laki.
Berbeda dengan ketoprak yang menceritakan kehidupan istana, ludruk menceritakan
kehidupan sehari-hari rakyat jelata, yang seringkali dibumbui dengan humor, dan
kritik sosial, dan umumnya dibuka dengan Tari Remo, dan parikan. Saat ini
kelompok ludruk tradisional dapat dijumpai di daerah Surabaya, Mojokerto, dan
Jombang; meski keberadaannya semakin dikalahkan dengan modernisasi.
Reog yang sempat diklaim
sebagai tarian dari Malaysia merupakan kesenian khas Ponorogo yang telah
dipatenkan sejak tahun 2001, reog kini juga menjadi icon kesenian Jawa Timur.
Pementasan reog disertai dengan jaran kepang (kuda lumping) yang disertai
unsur-unsur gaib.
Kabupaten
Ponorogo adalah sebuah kabupaten di provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kabupaten
ini terletak di koordinat 111° 17’ - 111° 52’ BT dan 7° 49’ - 8° 20’ LS dengan
ketinggian antara 92 sampai dengan 2.563 meter di atas permukaan laut dan memiliki
luas wilayah 1.371,78 km². Kabupaten ini terletak di sebelah barat dari
provinsi Jawa Timur dan berbatasan langsung dengan provinsi Jawa Tengah atau
lebih tepatnya 200 km arah barat daya dari ibu kota provinsi Jawa Timur,
Surabaya. Pada tahun 2010 berdasarkan hasil Sensus Penduduk, jumlah penduduk
Kabupaten Ponorogo adalah 855.281 jiwa.
Hari jadi Kabupaten Ponorogo
diperingati setiap tanggal 11 Agustus, karena pada tanggal 11 Agustus 1496,
Bathara Katong dinobatkan sebagai adipati pertama Kadipaten Ponorogo. Pada
tahun 1837, Kadipaten Ponorogo pindah dari Kota Lama ke Kota Tengah menjadi
Kabupaten Ponorogo. Semenjak tahun 1944 hingga sekarang Kabupaten Ponorogo
sudah berganti kepemimpinan sebanyak 16 kali.
Kabupaten Ponorogo dikenal
dengan julukan Kota Reog atau Bumi Reog karena daerah ini merupakan daerah asal
dari kesenian Reog. Ponorogo juga dikenal sebagai Kota Santri karena memiliki
banyak pondok pesantren, salah satu yang terkenal adalah Pondok Modern
Darussalam Gontor yang terletak di desa Gontor, kecamatan Mlarak.
Setiap tahun pada bulan Suro
(Muharram), Kabupaten Ponorogo mengadakan suatu rangkaian acara berupa pesta
rakyat yaitu Grebeg Suro. Pada pesta rakyat ini ditampilkan berbagai macam seni
dan tradisi, di antaranya Festival Reog Nasional, Pawai Lintas Sejarah dan
Kirab Pusaka, dan Larungan Risalah Doa di Telaga Ngebel.
Ponorogo berasal dari dua
kata yaitu pramana dan raga. Pramana berarti daya kekuatan, rahasia hidup,
sedangkan raga berarti badan, jasmani. Kedua kata tersebut dapat ditafsirkan
bahwa di balik badan manusia tersimpan suatu rahasia hidup (wadi) berupa olah
batin yang mantap dan mapan berkaitan dengan pengendalian sifat-sifat amarah, lawamah,
shufiah dan muthmainah. Manusia yang memiliki kemampuan olah batin yang mantap
dan mapan akan menempatkan diri di manapun dan kapanpun berada. Namun ada pula
yang menyebutkan bahwa pono berarti melihat dan rogo berarti badan, raga, atau
diri. Sehingga arti Ponorogo adalah "melihat diri sendiri" atau dalam
kata lain disebut "mawas diri".
Asal-usul nama Ponorogo
bermula dari kesepakatan dalam musyawarah bersama Raden Bathoro Katong, Kyai
Mirah, Selo Aji dan Joyodipo pada hari Jum'at saat bulan purnama, bertempat di
tanah lapang dekat sebuah wilayah katongan. Dalam musyawarah tersebut
disepakati bahwa kota yang akan didirikan dinamakan Pramana Raga yang akhirnya
berubah menjadi Ponorogo.
Menurut Babad Ponorogo,
berdirinya Kabupaten Ponorogo dimulai setelah Raden Katong sampai di wilayah
Wengker. Pada saat itu Wengker dipimpin oleh Suryo Ngalam yang dikenal sebagai
Ki Ageng Kutu. Raden Katong lalu memilih tempat yang memenuhi syarat untuk
pemukiman. Melalui situasi dan kondisi yang penuh dengan hambatan, tantangan,
yang datang silih berganti, Raden Katong, Selo Aji, dan Ki Ageng Mirah beserta
pengikutnya terus berupaya mendirikan pemukiman.
Tahun 1482 – 1486 M, untuk
mencapai tujuan menegakkan perjuangan dengan menyusun kekuatan, sedikit demi
sedikit kesulitan tersebut dapat teratasi, pendekatan kekeluargaan dengan Ki
Ageng Kutu dan seluruh pendukungnya ketika itu mulai membuahkan hasil.
Dengan persiapan dalam
rangka merintis kadipaten didukung semua pihak, Bathoro Katong dapat mendirikan
Kadipaten Ponorogo pada akhir abad XV, dan ia menjadi adipati yang pertama.
Kadipaten Ponorogo berdiri
pada tanggal 11 Agustus 1496, tanggal inilah yang kemudian di tetapkan sebagai
hari jadi kota Ponorogo. Penetapan tanggal ini merupakan kajian mendalam atas
dasar bukti peninggalan benda-benda purbakala berupa sepasang batu gilang yang
terdapat di depan gapura kelima di kompleks makam Batara Katong dan juga
mengacu pada buku Hand book of Oriental History. Pada batu gilang tersebut
tertulis candrasengkala memet berupa gambar manusia yang bersemedi, pohon,
burung garuda dan gajah. Candrasengkala memet ini menunjukkan angka tahun 1418
Saka atau tahun 1496 M.
Sehingga dapat ditemukan hari wisuda Bathoro Katong
sebagai Adipati Kadipaten Ponorogo yaitu hari Minggu Pon, tanggal 1 Besar 1418
Saka bertepatan tanggal 11 Agustus 1496 M atau 1 Dzulhijjah 901 H. Selanjutnya
melalui seminar Hari Jadi Kabupaten Ponorogo yang diselenggarakan pada tanggal
30 April 1996 maka penetapan tanggal 11 Agustus sebagai Hari Jadi Kabupaten
Ponorogo telah mendapat persetujuan DPRD Kabupaten Ponorogo.
Sejak berdirinya Kadipaten
Ponorogo dibawah pimpinan Raden Katong, tata pemerintahan menjadi stabil dan
pada tahun 1837 Kadipaten Ponorogo pindah dari Kota Lama ke Kota Tengah menjadi
Kabupaten Ponorogo hingga sekarang.
Dari artikel diatas, telah saya jelaskan sejarah kota ponorogo, kota kecil yang terletak di timur pulau jawa. saya mencintai kota ponorogo karena banyak budaya yang masih asli dan belum tercampur dengan budaya asing. udara disana pun sangat segar, tidak banyak polusi udara, penduduk nya pun sangat ramah, dan banyak beragam makanan khas ponorogo seperti nasi pecel, sate ponorogo, jenang, es dawet jabung, dan masih banyak lagi.
![]() |
| Reog Ponorogo, kesenian asli Indonesia yg berasal dari ponorogo |
| |||||||
| peran dalam pertunjukan reog |

Blog yang mengesankan.... semoga terus berkembang....Saya ingin berbagi article tentang Strasbourg, kota Europa di http://stenote-berkata.blogspot.com/2018/06/strasbourg-kota-eropa.html
BalasHapusLihat juga video di youtube https://youtu.be/hirlxbYRGbY