Jumat, 25 Maret 2016

Makanan favorit Indonesia



MAKANAN FAVORIT KHAS NUSANTARA



DISUSUN OLEH:
Nama                   : Fatmawati Dewi
Npm                     : 12115552
Kelas                             : 1KA12
Mata Kuliah        : Ilmu Budaya Dasar













UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
JURUSAN SISTEM INFORMASI
2016
KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan Rahmat danKarunia-nya sehingga dapat menyusun makalah ini dengan baik dan benar, serta tepat pada waktunya. Dalam makalah ini saya akan membahas mengenai “MAKANAN FAVORIT KHAS NUSANTARA
Makalah ini telah dibuat dengan berbagai observasi dan beberapa bantuan dari berbagai pihak untuk membantu menyelesaikan tantangan dan hambatan selama mengerjakan makalah ini. Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
Menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh karena itu saya mengundang pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang dapat membangun. Kritik konstruktif dari pembaca sangat diharapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.

Jakarta,     Maret 2016


Penulis



























BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Soto, makanan khas yang konon asalnya dari Cina ini telah menjadi bagian dari makanan masyarakat Indonesia. Dengan menyesuaikan olahan bumbu agar pas dengan lidah orang Indonesia, lahirlah kemudian Soto Semarang, Soto Kudus, Soto Madura, Soto Bangkong, Tauto Pekalongan, Sauto Tegal dan sebagainya.

Menurut Dennys Lombard, dalam bukunya Nusa Jawa: Silang Budaya, asal mula Soto adalah makanan Cina bernama Caudo, pertama kali populer di wilayah Semarang. Dari Caudo lambat laun menjadi Soto, orang Makassar menyebutnya Coto, dan orang Pekalongan menyebutnya Tauto bahkan beberapa tempat ada yang menyebutnya Sauto.

Antropolog dari Universitas Gadjah Mada, Dr Lono Simatupang, mengemukakan bahwa, soto merupakan campuran dari berbagai macam tradisi. Di dalamnya ada pengaruh lokal dan budaya lain. Mie atau bihun pada soto, misalnya, berasal dari tradisi China. China-lah yang memiliki teknologi membuat mie dan bihun, ujarnya.

Soto juga kemungkinan mendapat pengaruh dari budaya India. Ada beberapa soto yang menggunakan kunyit. Ini seperti kari dari India, ujarnya. Karena soto merupakan campuran dari berbagai tradisi, ungkap Lono, asal usulnya menjadi sulit ditelusuri. Soto itu seperti dangdut yang mendapat pengaruh dari berbagai tradisi. Ya, sudah kita terima saja.
Penyebaran soto ke berbagai daerah di Indonesia seiring dengan penyebaran manusia. Makanan yang tersebar itu kemudian bisa diterima di tempat lain. Selain itu, makanan juga menyebar karena ada proses industri. Penyebaran ini, lanjut Lono, diikuti dengan upaya lokalitas. Proses lokalitas soto mungkin sama seperti lokalitas Islam maupun Kristen di Indonesia. Inilah yang mengakibatkan muncul berbagai jenis soto di Indonesia.

Konon, di seluruh wilayah kota Kudus, dan beberapa daerah sekitarnya bahkan di Pekalongan, ada larangan untuk memotong sapi. Budaya ini adalah warisan budaya Hindu Jawa yang menganggap sapi sebagai hewan suci, sehingga tidak boleh dimakan. Walaupun budaya Hindu sudah hilang pengaruhnya sejak kisaran 800 tahun yang lalu, kebiasaan tidak memakan sapi masih diwariskan hingga sekarang. Warisan Hindu yang ada di wilayah Indonesia disimbolkan dengan pilihan daging ayam dan kerbau. Mereka sendiri tidak suka menyantap sapi, namun lebih suka menyantap daging kerbau. Alhasil, segalanya serba kerbau: sate kerbau, pindang tetel daging kerbau, dan tentu saja soto/tauto daging kerbau.

Orang cina memiliki aturan dalam makan, seperti, larangan makan daging kerbau, larangan menyisakan makan terutama nasi. Aturan itu merupakn aturan lama yang sudah ditinggalkan oleh orang Cina saat ini.
Bumbu-bumbu yang digunakan pun bercita rasa Jawa, seperti penggunaan kemiri dan peresan jeruk limau sebagai kondimen. Penghidangannya bisa dipilih, apakah langsung dicampur dengan nasinya atau dipisah. Penyajian yang asli adalah dimana nasinya langsung dicampur dengan soto, sesuai dengan selera Jawa yang selalu menyajikan nasi sebagai makanan pokok.
Serbuk koya yang juga ditemukan di lontong cap go meh adalah budaya kuliner Tionghoa peranakan. Serbuk ini dibuat dari santan kelapa yang dikeringkan, berfungsi sebagai penyedap rasa dan penambah tekstur. Berbeda dengan soto ayam Lombok di Malang, koyanya disini sudah ditakar dan tidak biasa ditakar sendiri.

B. Tujuan, Manfaat, dan Alasan

- Tujuan
Untuk mengetahui sejauh mana Budaya China dalam mempengaruhi kuliner di Indonesia, termasuk soto. Kerena saat ini banyak sekali jenis soto di berbagai wilayah di Indonesia.

- Manfaat
Supaya kita menyadari pentingnya menjaga Budaya Indonesia agar tidak terpengaruhi oleh budaya asing. Karena kita tanpa sadari dan secara tidak langsung kita telah merusak badaya kita sendiri. Contoh sederhana nya adalah kita sering makan khas Internasional, padahal negeri ini masih banyak jenis makanan yang beragam.

- Alasan
            Alasan saya menulis makalah ini adalah saya sangat menyukai soto, karena banyak sekali macam-macam soto di Indonesia sehingga tidak membuat bosan, dan cita rasanya yang sangat kaya akan bumbu dan rempah hasil olahan dan resep warisan turun temurun dari Indonesia.         










BAB II
PEMBAHASAN


Soto merupakan salah satu makanan yang populer di Indonesia. Makanan dengan cita rasa yang khas menurut daerahnya masing-masing ini pasti ada peminat tersendiri. Di berbagai tempat di Indonesia, kita dapat menjumpai macam-macam jenis soto. Mulai dari bagian barat hingga ke belahan timur bumi Indonesia ada. Perbedaan soto antara satu daerah dengan daerah lain biasanya terletak pada kuah dan juga pelengkapnya. Mari kita lihat berbagai macam soto di Nusantara.
1. Soto Lenthok
Soto yang satu ini merupakan khas dari kota yang istimewa, yaitu Yogyakarta. Pembeda dengan soto yang lainnya adalah lenthok-nya itu. Lenthok sendiri terbuat dari singkong atau kalau bahasa jawanya telo, yang dihaluskan dan diberi bumbu kemudian dibentuk bulat lalu digoreng. Lenthok ini rasanya gurih lezat, apalagi kalau dicampur sama kuah soto yang masih panas.
                  
2. Soto Kudus
Soto yang berasal dari daerah Kudus ini punya ciri khas, yaitu penyajiannya menggunakan mangkok yang kecil. Isiannya hampir sama seperti soto pada umumnya, ada tauge dan juga kol. Soto kudus bisa berisi daging ayam atau daging kerbau, tapi untuk daging  kerbau jika diluar kota kudus akan sulit untuk mencarinya. Tetapi kalau kita mencarinya di daerah Kudus mungkin kita akan mudah menemukannya.

3. Soto Lamongan
Kalau soto yang satu ini cuma satu di dunia, karena bumbu koya-nya. Makan soto kalau ada koya-nya pasti ya soto lamongan. Sampai-sampai salah satu produsen mie juga bikin tuh mie yang ada koya-nya. Koya terbuat dari kerupuk udang yang dihaluskan kemudian ditambah dengan bawang putih. Jika kita makan soto lamongan dengan menambahkan koya, maka rasanya akan semakin sedap.

4. Soto Banjar
Soto dari Kalimantan, tepatnya Banjar, Kalimantan Selatan ini bahan utamanya adalah ayam. Soto ini akan tercium bau rempah-rempah seperti kayu manis, biji pala dan cengkeh. Selain bahan utama yang berupa ayam, soto ini juga memiliki pelengkap lain seperti perkedel dan telor. Kalau soto yang lain pakai nasi, soto yang satu ini makannya pakai lontong atau ketupat.
5. Soto Betawi
Betawi pasti ingatnya sama Jakarta, kalau saya malah sama sotonya. Soto betawi memiliki kuah santan dengan tambahan susu yang membuatnya makin gurih. Aromanya pun kaya akan aroma pala, cengkeh dan kapulaga. Pelengkap untuk makan soto ini ada irisan daging, paru, emping dan acar mentimun. Ada juga kalau mau tambah dengan jeroan atau kalau bukan jeroan masih ada mata dan juga hati.
6. Soto Bandung
Kuah putih menjadikan soto ini selain enak dipandang tentunya juga enak dimakan. Lobak menjadi ciri khas dari soto yang berasal dari Bandung ini. Selain lobak, ada juga bahan lain seperti tomat, seledri dan kedelai goreng. Kalau mau tambahan lain bisa juga dengan perkedel kentang, perkedel singkong, tempe, dan kerupuk.

7. Soto Medan
Perbedaan antara soto medan dengan soto yang lainnya adalah kuahnya yang memakai santan dan berwarna agak kekuning-kuningan. Soto medan terdiri dari ayam, kentang goreng dan telur rebus. Semua bahan tersebut akan bercampur dengan kuah santan yang beraroma daun serai yang akan menggugah selera makan.

8. Soto Madura
Soto dari Madura ini sama seperti soto-soto yang lain, yaitu berkuah. Soto ini berbahan dasar daging sapi, telur rebus, kentang goreng dan tauge. Dilengkapi juga dengan babat, usus dan paru sapi yang akan membuat rasa dari soto ini menjadi lebih gurih.

9. Soto Padang
Kalau masakan padang sudah terkenal sampai ke mancanegara, sekarang kita kenalan sama sotonya. Soto padang dibuat dengan menggunakan daging sapi. Kuahnya tentu dihasilkan dari kaldu sapi juga, tetapi ada campuran cuka yang membuat rasa soto ini menjadi sedikit asam dan manis.

Nah, itu tadi beberapa jenis soto yang ada di Indonesia. Itu baru sebagian kecil kekayaan jenis makanan di negeri ini. Masih ada banyak lagi yang belum kita tahu.

Berikut satu jenis soto beserta resep dan cara pembuatannya :
10.  Bahan Soto Mie Bogor :
    500 gr daging sandung lamur rebus dan potong kecil sesuai selera anda.
    ( Sandung lamur adalah bagian daging sapi yang berasal dari bagian dada bawah sekitar ketiak/daging yang ada lemaknya tapi ketika dimasak lemaknya itu tidak larut dan mencair),
    1,5 liter kaldu daging
    2 lembar daun salam
    2 batang serai, geprek
    3 lembar daun jeruk

Bumbu Halus :
    6 siung bawang merah
    5 siung bawang putih
    2 butir kemiri
    1 1/2 sdm garam
    3/4 sdm lada halus
    2 sdm ebi, sangrai baru dihaluskan

Bahan Pelengkap :
    4 batang daun bawang besar, iris halus
    Emping
    Bawang goreng
    Mie basah, siram air panas
    Bihun
    Kol, iris halus
    Jeruk limau
    Tomat
    Risol
    Kecap manis
    Cuka
    Sambal rawit

Cara Memasak  mie soto bogor :
    Rebus daging dengan 2 Ltr air hingga daging empuk. Ambil dagingnya. potong2 sesuai selera. Saring kaldu kurleb 1,5 Ltr.
    Panaskan minyak goreng. Tumis bumbu halus hingga harum. Tuang bumbu ke dalam kaldu yang sudah mendidih.
    Tambahkan daun-daunan. Masak dengan api kecil sekitar 15 menit.

Risol Soto Mie
Kulit Risol :
    120 gr terigu serbaguna
    400 ml air
    4 telur
    1 sdt garam
Isian Risol :
    1 bungkus kecil soun, siram air panas, tiriskan
    60 gr Tauge
    1 buah wortel, serut kasar
Bumbu halus :
    Bawang putih, garam dan lada

Cara Membuat Kulit Risol :
    Campur semua bahan. Buat dadar tipis2. Sisihkan.
    Tumis bumbu halus, masukan sayuran.
    Masak sebentar.
    Isikan ke dalam kulit risol.
    Goreng hingga kuning kecoklatan.

Penyajian Soto Bogor :
    Siapkan mangkuk. Tata mie, bihun, kol, irisan daging, irisan tomat, dan irisan risol. Beri air jeruk limau. Tuang kuah secukupnya.Beri irisan daun bawang, bawang goreng, kecap manis dan emping. Sajikan bersama sambal rawit dan jeruk limau.

BAB III
KESIMPULAN


A.KESIMPULAN

Indonesia adalah negara yang memiliki beragam kuliner lezat yang wajib kita lestarikan sampai ke generasi selanjutnya. Makanan khas Indonesia pun banyak dipengaruhi dari budaya luar, sehingga rasa nya yang unik. Dan dari data diatas dengan mengetahui cara pembuatan Soto, mudah-mudahan kita tambah cinta tehadap masakan tradisional daerah Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar