MAKANAN
FAVORIT KHAS NUSANTARA
Nama : Fatmawati Dewi
Npm : 12115552
Kelas : 1KA12
Mata Kuliah : Ilmu Budaya Dasar
UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI
INFORMASI
JURUSAN SISTEM INFORMASI
2016
KATA PENGANTAR
Puji dan
Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan
Rahmat danKarunia-nya sehingga dapat menyusun makalah ini dengan baik dan
benar, serta tepat pada waktunya. Dalam makalah ini saya akan
membahas mengenai “MAKANAN FAVORIT KHAS NUSANTARA”
Makalah ini telah dibuat
dengan berbagai observasi dan beberapa bantuan dari berbagai pihak untuk
membantu menyelesaikan tantangan dan hambatan selama mengerjakan makalah ini.
Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan
makalah ini.
Menyadari bahwa masih banyak
kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh karena itu saya mengundang pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang dapat membangun.
Kritik konstruktif dari pembaca sangat diharapkan untuk penyempurnaan
makalah selanjutnya.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan
manfaat bagi kita semua.
Jakarta, Maret 2016
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Soto, makanan
khas yang konon asalnya dari Cina ini telah menjadi bagian dari makanan
masyarakat Indonesia. Dengan menyesuaikan olahan bumbu agar pas dengan lidah
orang Indonesia, lahirlah kemudian Soto Semarang, Soto Kudus, Soto Madura, Soto
Bangkong, Tauto Pekalongan, Sauto Tegal dan sebagainya.
Menurut
Dennys Lombard, dalam bukunya Nusa Jawa: Silang Budaya, asal mula Soto adalah
makanan Cina bernama Caudo, pertama kali populer di wilayah Semarang. Dari
Caudo lambat laun menjadi Soto, orang Makassar menyebutnya Coto, dan orang
Pekalongan menyebutnya Tauto bahkan beberapa tempat ada yang menyebutnya Sauto.
Antropolog
dari Universitas Gadjah Mada, Dr Lono Simatupang, mengemukakan bahwa, soto
merupakan campuran dari berbagai macam tradisi. Di dalamnya ada pengaruh lokal
dan budaya lain. Mie atau bihun pada soto, misalnya, berasal dari tradisi
China. China-lah yang memiliki teknologi membuat mie dan bihun, ujarnya.
Soto juga
kemungkinan mendapat pengaruh dari budaya India. Ada beberapa soto yang
menggunakan kunyit. Ini seperti kari dari India, ujarnya. Karena soto merupakan
campuran dari berbagai tradisi, ungkap Lono, asal usulnya menjadi sulit
ditelusuri. Soto itu seperti dangdut yang mendapat pengaruh dari berbagai
tradisi. Ya, sudah kita terima saja.
Penyebaran
soto ke berbagai daerah di Indonesia seiring dengan penyebaran manusia. Makanan
yang tersebar itu kemudian bisa diterima di tempat lain. Selain itu, makanan
juga menyebar karena ada proses industri. Penyebaran ini, lanjut Lono, diikuti
dengan upaya lokalitas. Proses lokalitas soto mungkin sama seperti lokalitas
Islam maupun Kristen di Indonesia. Inilah yang mengakibatkan muncul berbagai
jenis soto di Indonesia.
Konon, di
seluruh wilayah kota Kudus, dan beberapa daerah sekitarnya bahkan di
Pekalongan, ada larangan untuk memotong sapi. Budaya ini adalah warisan budaya
Hindu Jawa yang menganggap sapi sebagai hewan suci, sehingga tidak boleh
dimakan. Walaupun budaya Hindu sudah hilang pengaruhnya sejak kisaran 800 tahun
yang lalu, kebiasaan tidak memakan sapi masih diwariskan hingga sekarang.
Warisan Hindu yang ada di wilayah Indonesia disimbolkan dengan pilihan daging
ayam dan kerbau. Mereka sendiri tidak suka menyantap sapi, namun lebih suka
menyantap daging kerbau. Alhasil, segalanya serba kerbau: sate kerbau, pindang
tetel daging kerbau, dan tentu saja soto/tauto daging kerbau.
Orang cina
memiliki aturan dalam makan, seperti, larangan makan daging kerbau, larangan
menyisakan makan terutama nasi. Aturan itu merupakn aturan lama yang sudah
ditinggalkan oleh orang Cina saat ini.
Bumbu-bumbu
yang digunakan pun bercita rasa Jawa, seperti penggunaan kemiri dan peresan
jeruk limau sebagai kondimen. Penghidangannya bisa dipilih, apakah langsung
dicampur dengan nasinya atau dipisah. Penyajian yang asli adalah dimana nasinya
langsung dicampur dengan soto, sesuai dengan selera Jawa yang selalu menyajikan
nasi sebagai makanan pokok.
Serbuk koya
yang juga ditemukan di lontong cap go meh adalah budaya kuliner Tionghoa
peranakan. Serbuk ini dibuat dari santan kelapa yang dikeringkan, berfungsi
sebagai penyedap rasa dan penambah tekstur. Berbeda dengan soto ayam Lombok di
Malang, koyanya disini sudah ditakar dan tidak biasa ditakar sendiri.
B. Tujuan, Manfaat, dan Alasan
- Tujuan
Untuk mengetahui sejauh mana Budaya China dalam mempengaruhi kuliner di
Indonesia, termasuk soto. Kerena saat ini banyak sekali jenis soto di berbagai
wilayah di Indonesia.
- Manfaat
Supaya kita menyadari pentingnya menjaga Budaya
Indonesia agar tidak terpengaruhi oleh budaya asing. Karena kita tanpa sadari
dan secara tidak langsung kita telah merusak badaya kita sendiri. Contoh sederhana nya adalah kita
sering makan khas Internasional, padahal negeri ini masih banyak jenis makanan
yang beragam.
- Alasan
Alasan saya menulis makalah ini
adalah saya sangat menyukai soto, karena banyak sekali macam-macam soto di
Indonesia sehingga tidak membuat bosan, dan cita rasanya yang sangat kaya akan
bumbu dan rempah hasil olahan dan resep warisan turun temurun dari Indonesia.
BAB II
PEMBAHASAN
Soto merupakan salah satu makanan yang populer di Indonesia. Makanan
dengan cita rasa yang khas menurut daerahnya masing-masing ini pasti ada
peminat tersendiri. Di berbagai tempat di Indonesia, kita dapat menjumpai
macam-macam jenis soto. Mulai dari bagian barat hingga ke belahan timur bumi
Indonesia ada. Perbedaan soto antara satu daerah dengan daerah lain biasanya
terletak pada kuah dan juga pelengkapnya. Mari kita lihat berbagai macam soto
di Nusantara.
1. Soto Lenthok
Soto yang satu ini merupakan khas dari kota yang istimewa, yaitu
Yogyakarta. Pembeda dengan soto yang lainnya adalah lenthok-nya itu. Lenthok
sendiri terbuat dari singkong atau kalau bahasa jawanya telo, yang dihaluskan
dan diberi bumbu kemudian dibentuk bulat lalu digoreng. Lenthok ini rasanya
gurih lezat, apalagi kalau dicampur sama kuah soto yang masih panas.
2. Soto Kudus
Soto yang berasal dari daerah Kudus ini punya ciri khas, yaitu
penyajiannya menggunakan mangkok yang kecil. Isiannya hampir sama seperti soto
pada umumnya, ada tauge dan juga kol. Soto kudus bisa berisi daging ayam atau
daging kerbau, tapi untuk daging kerbau
jika diluar kota kudus akan sulit untuk mencarinya. Tetapi kalau kita
mencarinya di daerah Kudus mungkin kita akan mudah menemukannya.
3. Soto Lamongan
Kalau soto yang satu ini cuma satu di dunia, karena bumbu koya-nya. Makan
soto kalau ada koya-nya pasti ya soto lamongan. Sampai-sampai salah satu
produsen mie juga bikin tuh mie yang ada koya-nya. Koya terbuat dari kerupuk
udang yang dihaluskan kemudian ditambah dengan bawang putih. Jika kita makan
soto lamongan dengan menambahkan koya, maka rasanya akan semakin sedap.
4. Soto Banjar
Soto dari Kalimantan, tepatnya Banjar, Kalimantan Selatan ini bahan
utamanya adalah ayam. Soto ini akan tercium bau rempah-rempah seperti kayu
manis, biji pala dan cengkeh. Selain bahan utama yang berupa ayam, soto ini
juga memiliki pelengkap lain seperti perkedel dan telor. Kalau soto yang lain
pakai nasi, soto yang satu ini makannya pakai lontong atau ketupat.
5. Soto Betawi
Betawi pasti ingatnya sama Jakarta, kalau saya malah sama sotonya. Soto
betawi memiliki kuah santan dengan tambahan susu yang membuatnya makin gurih.
Aromanya pun kaya akan aroma pala, cengkeh dan kapulaga. Pelengkap untuk makan
soto ini ada irisan daging, paru, emping dan acar mentimun. Ada juga kalau mau
tambah dengan jeroan atau kalau bukan jeroan masih ada mata dan juga hati.
6. Soto Bandung
Kuah putih menjadikan soto ini selain enak dipandang tentunya juga enak
dimakan. Lobak menjadi ciri khas dari soto yang berasal dari Bandung ini.
Selain lobak, ada juga bahan lain seperti tomat, seledri dan kedelai goreng.
Kalau mau tambahan lain bisa juga dengan perkedel kentang, perkedel singkong,
tempe, dan kerupuk.
7. Soto Medan
Perbedaan antara soto medan dengan soto yang lainnya adalah kuahnya yang
memakai santan dan berwarna agak kekuning-kuningan. Soto medan terdiri dari ayam,
kentang goreng dan telur rebus. Semua bahan tersebut akan bercampur dengan kuah
santan yang beraroma daun serai yang akan menggugah selera makan.
8. Soto Madura
Soto dari Madura ini sama seperti soto-soto yang lain, yaitu berkuah. Soto
ini berbahan dasar daging sapi, telur rebus, kentang goreng dan tauge.
Dilengkapi juga dengan babat, usus dan paru sapi yang akan membuat rasa dari
soto ini menjadi lebih gurih.
9. Soto Padang
Kalau masakan padang sudah terkenal sampai ke mancanegara, sekarang kita
kenalan sama sotonya. Soto padang dibuat dengan menggunakan daging sapi. Kuahnya
tentu dihasilkan dari kaldu sapi juga, tetapi ada campuran cuka yang membuat
rasa soto ini menjadi sedikit asam dan manis.
Nah, itu tadi beberapa jenis soto yang ada di Indonesia. Itu baru
sebagian kecil kekayaan jenis makanan di negeri ini. Masih ada banyak lagi yang
belum kita tahu.
Berikut satu jenis soto beserta resep dan cara pembuatannya :
10. Bahan Soto Mie Bogor :
500 gr daging sandung lamur rebus dan
potong kecil sesuai selera anda.
( Sandung lamur adalah bagian daging sapi
yang berasal dari bagian dada bawah sekitar ketiak/daging yang ada lemaknya
tapi ketika dimasak lemaknya itu tidak larut dan mencair),
1,5 liter kaldu daging
2 lembar daun salam
2 batang serai, geprek
3 lembar daun jeruk
Bumbu Halus
:
6 siung bawang merah
5 siung bawang putih
2 butir kemiri
1 1/2 sdm garam
3/4 sdm lada halus
2 sdm ebi, sangrai baru dihaluskan
Bahan
Pelengkap :
4 batang daun bawang besar, iris halus
Emping
Bawang goreng
Mie basah, siram air panas
Bihun
Kol, iris halus
Jeruk limau
Tomat
Risol
Kecap manis
Cuka
Sambal rawit
Cara
Memasak mie soto bogor :
Rebus daging dengan 2 Ltr air hingga daging
empuk. Ambil dagingnya. potong2 sesuai selera. Saring kaldu kurleb 1,5 Ltr.
Panaskan minyak goreng. Tumis bumbu halus
hingga harum. Tuang bumbu ke dalam kaldu yang sudah mendidih.
Tambahkan daun-daunan. Masak dengan api
kecil sekitar 15 menit.
Risol Soto
Mie
Kulit Risol
:
120 gr terigu serbaguna
400 ml air
4 telur
1 sdt garam
Isian Risol
:
1 bungkus kecil soun, siram air panas,
tiriskan
60 gr Tauge
1 buah wortel, serut kasar
Bumbu halus
:
Bawang putih, garam dan lada
Cara Membuat
Kulit Risol :
Campur semua bahan. Buat dadar tipis2.
Sisihkan.
Tumis bumbu halus, masukan sayuran.
Masak sebentar.
Isikan ke dalam kulit risol.
Goreng hingga kuning kecoklatan.
Penyajian
Soto Bogor :
Siapkan mangkuk. Tata mie, bihun, kol,
irisan daging, irisan tomat, dan irisan risol. Beri air jeruk limau. Tuang kuah
secukupnya.Beri irisan daun bawang, bawang goreng, kecap manis dan emping.
Sajikan bersama sambal rawit dan jeruk limau.
BAB III
KESIMPULAN
A.KESIMPULAN
Indonesia adalah negara yang memiliki beragam kuliner
lezat yang wajib kita lestarikan sampai ke generasi selanjutnya. Makanan khas
Indonesia pun banyak dipengaruhi dari budaya luar, sehingga rasa nya yang unik. Dan dari data diatas dengan mengetahui cara pembuatan Soto, mudah-mudahan kita tambah cinta tehadap masakan tradisional daerah
Indonesia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar